Menetapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil-hasil yang direncanakan dan peningkatan terus menerus dari proses dan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000
Perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut :
· Bagaimana kita dapat meningkatkan proses ?
· Apa tindakan korektif dan / atau preventif yang diperlukan ?
· Apakah tindakan korektif dan / atau preventif ini telah diterapkan ?
· Apakah tindakan-tindakan yang diterapkan itu efektif ?
Dalam hal ini kita dapat menggunakan pendekatan USE-PDSA sebagai metode peningkatan kualitas terus-menerus. USE-PDSA merupakan akronim, yang terdiri dari pengertian berikut:
U = Understand improvement needs ( memahami kebutuhan peningkatan )
S = State the problems( menyatakan masalah yang ada )
E = Evaluate the root causes ( mengevaluasi akar penyebab masalah )
P = Plan the solutions ( merencanakan solusi masalah )
D = Do or implement the solution ( melaksanakan atau menerapkan rencana solusi terhadap masalah )
S = Study the solutions results ( mempelajari hasil hasil solusi terhadap masalah )
A = Act to standardize the solution(s) ( bertindak untuk menstandarisasikan solusi terhadap masalah )
Siklus USE-PDSA sebagai langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah dapat dijelaskan sebagai berikut:
Langkah 1:
Understand improvement needs ( memahami kebutuhan peningkatan )
Identifikasi masalah berdasarkan data yang ada. Berbagai alat kualitas seperti: Check Sheet atau Diagram Pareto dapat digunakan untuk mengindentifikasikan masalah kualitas yang ada ditempat kerja.
Langkah 2:
State the problem(s) ( menyatakan masalah yang ada )
Pernyataan masalah harus: Spesifik, Tegas, Jelas, dan Dapat diukur. Seyogianya dihindari pernyataan masalah yang tidak jelas dan tidak dapat diukur, seperti: cacat apa ? beberapa unit cacat ? dimana ? dll )
5W-2H:
Suatu pernyataan masalah harus dapat menjawab pertanyaan berikut : apa (what), dimana (where), bilamana terjadi (when), siapa yang bertanggung jawab(who), mengapa terjadi masalah itu (why), bagaimana saran perbaikan masalah itu (how), berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menerapkan tindakan perbaikan masalah itu (howmuch).
Langkah 3:
Evaluate the root clause(s) ( mengevaluasi akar penyebab masalah )
Akar penyebab masalah dapat dievaluasi dengan menggunakan diagram sebab akibat (diagram tulang ikan = fishbone diagram) dan bertanya mengapa beberapa kali, serta menggunakan teknik diskusi sumbang saran (brainstorming) dari tim kerjasama peningkatan kualitas total.
Langkah 4:
Plan the solution(s) (merencankan solusi masalah)
Seyogianya rencana solusi masalah berfokus pada tindakan-tindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari masalah yang ada. Rencana perbaikan untuk menghilangkan akar penyebab masalah yang ada diisi dalam suatu formulir daftar rencana tindakan, seperti ditunjukan dalam tabel dibawah ini.
|
Penyebab utama
|
Tindakan Perbaikan
|
Penanggung Jawab
|
Waktu
|
Anggaran
|
Status
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Catatan: penyebab utama diambil dari diagram sebab-akibat atau bertanya mengapa beberapa kali
Langkah 5:
Do or implement the solution(s) (melaksanakan atau menerapkan rencana solusi terhadap masalah)
Implementasi rencana solusi masalah mengikuti daftar rencana tindakan solusi masalah seperti ditunjukan pada tabel diatas.
Langkah 6:
Study the solution(s) results ( mempelajari hasil hasil solusi terhadapmasalah )
Setelah selang waktu tertentu, dilakukan studi dan evaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan, guna mengetahui apakah jenis masalah kualitas yang ada telah hilang atau berkurang. Analisis terhadap hasil-hasil temuan berikutnya akan memberikan tambahan informasi bagi pembuatan keputusan dan perencanaan kualitas berikutnya.
Langkah 7:
Act to standardize the solution(s) ( bertindak untuk menstandarisasi solusi terhadap masalah )
Hasil-hasil yang memuaskan diri tindakan solusi masalah harus distandarisasi, dan selanjutnya melakukan perbaikan terus menerus pada jenis masalah yang lain. Apabila tindakan terhadap solusi masalh tidak memberikan hasil-hasil yang memuaskan, tindakan itu harus dikoreksi atau diperbaiki.
Catatan:
Keberhasilan penggunaan model USE-PDSA akan ditunjukan melalui berkurang atau hilangnya penyebab masalah itu, yang kemudian akan muncul penyebab-penyebab masalah lain dalam besaran yang lebih sedikit atau kecil. Tugas dari tim kerjasama adalah berpartisipasi secara total untuk melaksanakan peningkatan terus menerus dalam proses dan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000
Pemahaman dan penerapan secara benar dari siklus USE-PDSA akan memberikan hasil peningkatan kualitas total seperti ditunjukan dalam gambar dibawah ini
