Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sloki/user/t56278/sites/crystalgemilang.co.id/www/wp-includes/cache.php on line 36

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sloki/user/t56278/sites/crystalgemilang.co.id/www/wp-includes/query.php on line 21

Deprecated: Assigning the return value of new by reference is deprecated in /home/sloki/user/t56278/sites/crystalgemilang.co.id/www/wp-includes/theme.php on line 508
Crystal Gemilang Indonesia

POD versus Offset

September 21st, 2007 admin Posted in 01. CGI | 57 Comments »

Print On Demand adalah sebuah sistem yang bisa dikerjakan oleh Digital Printer. Seperti sudah kita ketahui bersama, bahwa sistem Digital Printing, selain diaplikasikan untuk menangani pekerjaan pembuatan banner abik outdoor maupun indoor, Digital Printer juga dapat mengerjakan pencetakan buku, majalah dan sejenisnya, seperti yang  biasa di lakukan oleh sistem cetak offset.

Selama ini POD dianggap sebagai pesaing baru di dunia offset. Menurut merek, pasar offset lambat laun akan diambil oleh POD. Sebaliknya para produsen mesin POD mengatakan bahwa sistem POD tidak bisa menjadi pesaing offset karena pasar yang di kerjakan berbeda.

Ada nuansa kawatir bahwa pasar akan di ambil, maka menurut para ahli cetak (printer) yang biasa melihat hasil cetakan offset, detail pada Print On Demand (POD) detilnya kurang bagus. Pendapat itu benar, kalau hanya dui lihat dari sudut hasil cetakan, memang sistem cetak offset mempunyai kemampuan manampilkan detil yang lebih bagus dibanding sistem digital printing atau POD, karena printing on demand bia dikategorikan sebagai mesin printer laser atau printer ink jet biasa, hanya ukurannya besar seperti offset.

Dari sisi POD sendiri, berpendapat bahwa menerbitkan sendiri sebuah buku, bukan hanya kualitas cetak, tetapi juga ada hal lain, yang biasanya tidak di masukan kedalam cos-production sebuah produk, seperti bagaimana mengatur cash-flow, harus menyediakan gudang, harus ada biaya pengiriman atau distribusi dan paling penting adalah biaya marketing, yang semuanya itu sangat berpengaruh dan berkompetisi langsung dengan harga produk yang akan dicetak dengan sistem offset.

Sistem Offsert:

  • Kualitas bagus.
  • Harga rendah untuk tiras besar, harga tinggi untuk tiras kecil.
  • Ukuran bisa fleksibel.
  • Jenis kertas bervariatif.
  • Biaya penyimpanan tinggi.
  • Biaya distribusi tinggi.
  • Investasi besar.
  • Biaya prepress tinggi.

    Print On Demand

  • Kualitas cukup dibanding offset.
  • Biaya flat (seragam) untuk tiras kecil maupun besar.
  • Ukuran kertas terbatas.
  • Tidak ada biaya penyimpanan.
  • Biaya distribusi kecil.
  • Investasi relatif rendah.
  • Biaya prepress rendah, dan kesalahan bisa dikoreksi segera.
  • AddThis Social Bookmark Button

    MENGAPA PERLU ISO 9001:2000

    September 18th, 2007 admin Posted in 01. CGI | 6 Comments »

    KENDALA-KENDALA PERUSAHAAN 

    Perusahaan sering dihadapkan pada permasalahan yang berulang sehingga akhirnya menyebabkan tingginya biaya dan ketidakpuasan pelanggan. Kalau digolongkan permasalahan itu diakibatkan beberapa faktor , yaitu :

    1. KARYAWAN
    a. Keluar masuknya karyawan begitu tinggi
    b. Tidak jelasnya pembagian tugas dan wewenang
    c. Tingkat produktivitas karyawan yang begitu rendah

    2. MATERIAL DAN PRODUK JADI
    a. Tingginya tingkat kerusakan pada produk jadi (reject) dan tidak dipenuhinya spesifikasi pelanggan.
    b. Tingginya produk yang rusak dalam proses sehingga harus dikerjakan kembali (rework).
    c. Bahan baku yang tidak memenuhi standard
    d. Sisa bahan produksi (scrap) yang begitu tinggi.

    3. MESIN DAN PERALATAN
    a. Kerusakan pada mesin dan peralatan yang begitu sering
    b. Tidak tersedianya sparepart sewaktu mesin rusak sehingga terganggunya kegiatan produksi
    c. Tidak adanya program perawatan (maintenance) untuk mesin dan peralatan sehingga umur mesin menjadi semakin singkat

    4. METODE KERJA
    a. Tidak jelasnya urutan proses kerja sehingga banyak proses yang tidak efektif
    b. Standard dan parameter yang digunakan kurang tepat dan tidak memenuhi keinginan pelanggan
    c. Metode kerja yang diterapkan kurang memadai untuk menunjang proses poduksi sehingga dihasilkan produk yang tidak bermutu dan tidak tercapainya target produksi yang diinginkan.

    5. MARKETING
    a. Tingginya tingkat komplain dari pelanggan dan lamanya respon terhadap komplain tersebut.
    b. Waktu penyerahan dan pengiriman barang yang tidak tepat waktu
    c. Kurang percayanya calon pelanggan terhadap kualitas produk dan kualitas manajemen di perusahaan.

    Dengan melihat kendala – kendala tersebut banyak perusahaan mulai mencari alternatif apa yang perlu dilakukan agar perusahaan dapat meningkatkan performancenya. Untuk ini salah satu alternatifnya adalah dengan menerapkan ISO 9001:2000

    MANFAAT PENERAPAN ISO 9000 

    • Menghadapi era perdagangan bebas (AFTA) 2003, perusahaan sebaiknya sudah menerapkan System Manajemen Mutu agar membantu perusahaan dalam meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pelanggan melalui penyediaan jaminan mutu yang lebih baik.
    • Nilai kompetisi dan image perusahaan semakin meningkat dengan sertifikasi ISO 9001:2000.
    • Penerapan ISO 9001:2000 akan meningkatkan produktivitas, efisiensi, efektifitas operasional dan mengurangi biaya yang ditimbulkan barang cacat (reject) atau barang bermutu rendah dan limbah.
    • Membuat sistem kerja dalam suatu perusahaan menjadi standar kerja yang terdokumentasi dan mempunyai aturan kerja yang baik sehingga memudahkan dalam pengendalian.
    • Dapat berfungsi sebagai standar kerja untuk melatih karyawan yang baru.
    • Menjamin bahwa proses yang dilaksanakan sesuai dengan sistem manajemen mutu yang ditetapkan.
    • Akan memudahkan Top Management dalam pencapaian target karena sudah dipersiapkannya target yang terukur dan rencana pencapaiannya.
    • Meningkatkan semangat dan moral karyawan karena adanya adanya kejelasan tugas dan wewenang (Job Description) dan hubungan antar bagian yang terkait sehingga karyawan dapat bekerja dengan efisien dan efektif.
    • Dapat mengarahkan karyawan agar berwawasan Mutu dalam memenuhi permintaan pelanggan, baik internal maupun eksternal

    SURVEY ISO 9000 

    Pada table di bawah dapat dilihat hasil survei yang dilakukan Para International dengan Salford University Business Services Ltd atas 115 perusahaan besar yg menerapkan ISO 9000. Responden yang menjawab “Ya” terhadap beberapa manfaat penerapan ISO 9000 adalah sebagai berikut :

    PERSENTASE

    YA

    Kontrol Pengelolaan Meningkat
    Kepuasan Pelanggan Meningkat
    Kelompok Kerja Termotivasi
    Peningkatan Peluang untuk menyelesaikan pekerjaan
    Produktivitas dan efisiensi meningkat
    Produk gagal dikurangi
    Peningkatan Efektivitas pemasaran
    Pengurangan Biaya
    Peningkatan Pangsa pasar

    83%
    82%
    61%
    62%
    60%
    60%
    52%
    50%
    49%

    BAGAIMANA CARA MENERAPKAN ISO 9001:2000 DAN PROSES MENDAPATKAN SERTIFIKATNYA ? 

    (PERSYARATAN DALAM ISO 9001:2000)

    1. DELAPAN PRINSIP MANAJEMEN MUTU

    Sebagai dasar untuk menerapkan ISO 9001:2000 agar efektif dan efisien, sebaiknya perusahaan mengikuti 8 Prinsip Manajemen Mutu. Prinsip ini bukan harus diterapkan sekaligus, tetapi secara bertahap selagi perusahaan masih eksis dalam menjalankan bisnisnya.

    Delapan Prinsip ini merupakan aturan-aturan dasar untuk memimpin dan melaksanakan suatu organisasi. ( Fundamental rules for leading and operating an organization).

    1. Customer Focus (Fokus kepada pelanggan).
    2. Leadership (Kepemimpinan).
    3. Involvement of People (Keterlibatan orang-orang / karyawan).
    4. Process Approach (Pendekatan proses).
    5. System Approach to Management (Pendekatan sistem untuk manajemen).
    6. Continual Improvement (Perbaikan terus menerus).
    7. Mutually beneficial supplier relationships (Hubungan dengan pemasok saling menguntungkan).

    Aim: to facilitate a successful management culture.

    (Tujuan: memfasilitasi suatu budaya manajemen yang sukses)

    2. BISNIS PROSES ISO 9001: 2000

    Secara umum perusahaan harus membuat dahulu bisnis prosesnya berdasarkan persyaratan ISO 9001:2000. Gambaran Umum bisnis proses dapat dilihat pada diagram dibawah ini.

    3. ELEMEN ISO 9001: 2000

    Dalam penerapannya perusahaan akan mengikuti persyaratan yang tertuang dalam Standard International ISO 9001:2000 yang terdiri dari 5 Elemen Besar, yaitu :

    ELEMEN :

    SISTEM MANAJEMEN MUTU

    1. Persyaratan Umum
    2. Persyaratan Dokumentasi

    TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN

    1. Komitmen Manajemen
    2. Fokus terhadap Pelanggan
    3. Kebijakan Mutu
    4. Perencanaan
    5. Tanggung Jawab, Wewenang dan Komunikasi
    6. Tinjauan Manajemen

    MANAJEMEN SUMBER DAYA

    1. Penyediaan Sumber Daya
    2. Sumber Daya Manusia
    3. Prasarana
    4. Lingkungan Kerja

    REALISASI PRODUK

    1. Perencanaan Realisasi Produk
    2. Proses Berkaitan dengan Pelanggan
    3. Design dan Pengembangan
    4. Pembelian
    5. Produksi dan Penyediaan Jasa
    6. Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran

    PENGUKURAN, ANALISA DAN PERBAIKAN

    1. Umum
    2. Pemantauan dan Pengukuran
    3. Pengendalian Produk Tidak Sesuai
    4. Analisa Data
    5. Perbaikan

    Notes : Penjelasan elemen (persyaratan) ini dapat dilihat di standard ISO 9001:2000.

     

    4. DOKUMENTASI ISO 9001:2000

    Pada awalnya dalam penerapan ISO 9001:2000 perusahaan harus mempersiapkan dokumentasinya yang terdiri dari 4 level, seperti dibawah ini :

    Structure Documentation

     

     

    AddThis Social Bookmark Button

    The Price of the Ticket

    September 11th, 2007 admin Posted in 01. CGI | 121 Comments »

    The Price of the Ticket is a collection of James Baldwin’s writing that was published in 1985. It is a collection of essays spanning more than 40 years. These are Baldwin’s commentaries on race in America.

    AddThis Social Bookmark Button

    CONTINUAL QUALITY IMPROVEMENT

    September 11th, 2007 admin Posted in 01. CGI | 79 Comments »

    Menetapkan tindakan yang diperlukan untuk mencapai hasil-hasil yang direncanakan dan peningkatan terus menerus dari proses dan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000

     

    Perlu menjawab beberapa pertanyaan berikut :

    ·         Bagaimana kita dapat meningkatkan proses ?

    ·         Apa tindakan korektif dan / atau preventif yang diperlukan ?

    ·         Apakah tindakan korektif dan / atau preventif ini telah diterapkan ?

    ·         Apakah tindakan-tindakan yang diterapkan itu efektif ?

     

    Dalam hal ini kita dapat menggunakan pendekatan USE-PDSA sebagai metode peningkatan kualitas terus-menerus. USE-PDSA merupakan akronim, yang terdiri dari pengertian berikut:

     

    U   =   Understand improvement needs ( memahami kebutuhan peningkatan )

    S   =   State the problems( menyatakan masalah yang ada )

    E   =   Evaluate the root causes ( mengevaluasi akar penyebab masalah )

    P   =   Plan the solutions ( merencanakan solusi masalah )

    D   =   Do or implement the solution ( melaksanakan atau menerapkan rencana solusi terhadap masalah )

    S   =   Study the solutions results ( mempelajari hasil hasil solusi terhadap masalah )

    A   =   Act to standardize the solution(s) ( bertindak untuk menstandarisasikan solusi terhadap masalah )

     

    Siklus USE-PDSA sebagai langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah dapat dijelaskan sebagai berikut:

     

    Langkah 1:
    Understand improvement needs ( memahami kebutuhan peningkatan )

    Identifikasi masalah berdasarkan data yang ada. Berbagai alat kualitas seperti: Check Sheet atau Diagram Pareto dapat digunakan untuk mengindentifikasikan masalah kualitas yang ada ditempat kerja.

    Langkah 2:

    State the problem(s) ( menyatakan masalah yang ada )

    Pernyataan masalah harus: Spesifik, Tegas, Jelas, dan Dapat diukur. Seyogianya dihindari pernyataan masalah yang tidak jelas dan tidak dapat diukur, seperti: cacat apa ? beberapa unit cacat ? dimana ? dll )

    5W-2H:

    Suatu pernyataan masalah harus dapat menjawab pertanyaan berikut : apa (what), dimana (where), bilamana terjadi (when), siapa yang bertanggung jawab(who), mengapa terjadi masalah itu (why), bagaimana saran perbaikan masalah itu (how), berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk menerapkan tindakan perbaikan masalah itu (howmuch).

    Langkah 3:

    Evaluate the root clause(s) ( mengevaluasi akar penyebab masalah )

    Akar penyebab masalah dapat dievaluasi dengan menggunakan diagram sebab akibat (diagram tulang ikan = fishbone diagram) dan bertanya mengapa beberapa kali, serta menggunakan teknik diskusi sumbang saran (brainstorming) dari tim kerjasama peningkatan kualitas total.

    Langkah 4:

    Plan the solution(s) (merencankan solusi masalah)

    Seyogianya rencana solusi masalah berfokus pada tindakan-tindakan untuk menghilangkan akar penyebab dari masalah yang ada. Rencana perbaikan untuk menghilangkan akar penyebab masalah yang ada diisi dalam suatu formulir daftar rencana tindakan, seperti ditunjukan dalam tabel dibawah ini.

     

    Penyebab utama

    Tindakan Perbaikan

    Penanggung Jawab

     Waktu

    Anggaran

    Status

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Catatan: penyebab utama diambil dari diagram sebab-akibat atau bertanya mengapa beberapa kali

     

     

     

    Langkah 5:

    Do or implement the solution(s) (melaksanakan atau menerapkan rencana solusi terhadap masalah)

    Implementasi rencana solusi masalah mengikuti daftar rencana tindakan solusi masalah seperti ditunjukan pada tabel diatas.

    Langkah 6:

    Study the solution(s) results ( mempelajari hasil hasil solusi terhadapmasalah )

    Setelah selang waktu tertentu, dilakukan studi dan evaluasi berdasarkan data yang dikumpulkan, guna mengetahui apakah jenis masalah kualitas yang ada telah hilang atau berkurang. Analisis terhadap hasil-hasil temuan berikutnya akan memberikan tambahan informasi bagi pembuatan keputusan dan perencanaan kualitas berikutnya.

    Langkah 7:

    Act to standardize the solution(s) ( bertindak untuk menstandarisasi solusi terhadap masalah )

    Hasil-hasil yang memuaskan diri tindakan solusi masalah harus distandarisasi, dan selanjutnya melakukan perbaikan terus menerus pada jenis masalah yang lain. Apabila tindakan terhadap solusi masalh tidak memberikan hasil-hasil yang memuaskan, tindakan itu harus dikoreksi atau diperbaiki.

     

    Catatan:

    Keberhasilan penggunaan model USE-PDSA akan ditunjukan melalui berkurang atau hilangnya penyebab masalah itu, yang kemudian akan muncul penyebab-penyebab masalah lain dalam besaran yang lebih sedikit atau kecil. Tugas dari tim kerjasama adalah berpartisipasi secara total untuk melaksanakan peningkatan terus menerus dalam proses dan sistem manajemen kualitas ISO 9001:2000

    Pemahaman dan penerapan secara benar dari siklus USE-PDSA akan memberikan hasil peningkatan kualitas total seperti ditunjukan dalam gambar dibawah ini

     


    AddThis Social Bookmark Button

    Ship shape container w/spatula

    August 21st, 2007 admin Posted in 01. CGI | 42 Comments »

     Ship Shape ContainerShip Shape Container

    Design Stefano Giovannoni, 1998.
    Injection molded plastic, stainless steel spatula. Made by Alessi.

    The Ship Shape container is part of Alessi’s line of playful objects for the home. A fun design which offers a lidded container with a concealed spreader/spatula for cutting or spreading. A perfect fit for a stick of butter or soft cheese. Very cute and uninhibited approach that is becoming more of the fashion in design for the new century. Available in your choice of four colors.

    Architect and designer, Stefano Giovannoni has explosive talent, able to embody the complex system of ‘affective codes’ in his projects. His great approach has won him the title of best ‘Super & Popular’ designer of 2000.

    6.1″ L | 3.3″ w | 6.1″ h

    AddThis Social Bookmark Button

    Corrective atau Correction?

    August 21st, 2007 admin Posted in 01. CGI | 21 Comments »

    Beberapa waktu lalu, saat kami melakukan plant tour di sebuah pabrik kemasan plastik kami menemukan adanya rembesan oli di lantai. Segera setelah melihat itu, kami pun menunjukkannya kepada Factory Manager. Yang dilakukan oleh Factory Manager tersebut adalah memanggil seorang mekanik dan, ya, Anda tentu dapat menebak bahwa yang dilakukan oleh mekanik tsb adalah segera mengambil lap dan membersihkannya.

    Hal seperti ini sering kami temukan dan bukan hanya di pabrik. Di Bank, kami sering melihat staf yang melakukan koreksi atas kesalahan transaksi. Di Rumah Sakit kami juga sering melihat perawat yang melakukan foto radiologi ulang. Dan banyak lagi. Di area kerja Anda juga seperti itu?

    Apa kesamaan dari beberapa skenario di atas?
    Yang paling utama adalah bahwa semua skenario diatas akan dan pasti berulang!

    Jika Anda mengamati skenario diatas, Anda dapat melihat bahwa apa yang dilakukan oleh mereka masih sebatas KOREKSI. Koreksi atas kesalahan, koreksi atas DAMPAK yang ditimbulkan oleh “kesalahan” atau “ketidak-sesuaian” ini.

    Bagaimanakah yang benar?
    Yang harus Anda lakukan adalah melakukan TINDAKAN PERBAIKAN (Corrective Action), bukan hanya koreksi (Correction).

    Untuk melakukan tindakan perbaikan ini, Anda harus melakukan setidaknya 4 hal berikut:

    1. Definisikan masalah secara jelas dan akurat
    2. Temukan akar masalah (root cause) untuk masalah ini (banyak metode yang dapat digunakan, diantaranya diagram tulang ikan, 5 Why, baca artikel besok untuk 5 Whys)
    3. Cari solusi dan alternatif solusi dengan tim Anda, kemudian implementasikan
    4. Analisa (Evaluasi) kembali apakah solusi tersebut menghilangkan akar masalah (bukan hanya menghilangkan dampak dari masalah - apa yang biasanya terlihat). Jika belum efektif, ulangi langkah No 2.

    Dengan 4 langkah ini, yang kita lakukan adalah mencegah berulangnya masalah ini. Selamat mencoba!

    Continous Correcting is NOT Continous Improvement,
    Eliminate Root Cause(s) with Corrective Action is THE Improvement!

    Source:: qualitysystem.wordpress.com

    AddThis Social Bookmark Button

    Crystal Gemilang Indonesia ( Head Office )

    August 20th, 2007 admin Posted in 01. CGI | 25 Comments »


    AddThis Social Bookmark Button